Pemkab Boyolali menerima hibah 200 lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya dari Lembaga Pengelola Proyek Forum Budaya Dunia Heritage (LPP-FBDH).
Pemberian hibah ini menandai langkah nyata menuju penerapan energi terbarukan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan antara Bupati Boyolali M. Said Hidayat dan Ketua LPP-FBDH Ari Kuntadi di Ruang Merbabu, Kantor Bupati Boyolali, Selasa (19/11).
Bupati Boyolali M. Said Hidayat menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut.
“Terima kasih, matur nuwun. Alhamdulillah, 200 lampu sudah terealisasi, dicek di lapangan, dan seluruhnya menyala. Semoga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Boyolali,” ungkapnya.
Sebanyak 200 unit PJU tenaga surya telah terpasang di sembilan desa di tiga kecamatan, yaitu:
Kecamatan Juwangi: Desa Pilangrejo, Jerukan, Ngaren, dan Kayen.
Kecamatan Kemusu: Desa Wonoharjo, Genengsari, dan Kemusu.
Kecamatan Wonosegoro: Desa Guwo dan Kalimati.
Setiap unit lampu PJU tenaga surya bernilai Rp 7,5 juta dan telah dipastikan berfungsi dengan baik.
Ketua LPP-FBDH, Ari Kuntadi menegaskan, hibah ini adalah upaya mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.
“Penerangan ini menjadi langkah awal untuk menyediakan infrastruktur ramah lingkungan sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Ari.
Sementara itu, Direktur PT Fajar Mitra Krida Abadi Amir Jatmiko menjelaskan, 200 lampu yang sudah dipasang adalah bagian dari target pemasangan 2.000 tiang PJU tenaga surya di Boyolali.
“Memang target kami ada 2.000 titik, namun yang selesai baru 200,” jelas Amir.